Minggu, 09 Juli 2023

SOAL 7.6

 

 SOAL BAB 7

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

1.Tujuan[kembali]

  1. Mempelajari diagram blok IC 74138 Decoder
  2. Mempelajari rangkaian dalam IC 74138 Decoder
  3.  Mempelajari tabel kebenaran IC 74138 Decoder

2.Alat dan Bahan[kembali]

ALAT
  1. Logic Probe

Logic Probe merupakan alat yang biasa digunakan dalam menganalisa dan mengecek status logika (high atau low) yang keluar dari rangkaian digital. Objek yang diukur oleh logic probe ini adalah tegangan, oleh karena itu biasanya rangkaian logic probe harus menggunakan tegangan luar (bukan dari rangkaian logik yang ingin diukur) seperti baterai. Alat ini biasa digunakan pada IC TTL ataupun CMOS (Complementery metal-oxide-semiconductor) 

Logic probe menggunakan dua lampu indicator LED yang berbeda warna untuk membedakan keluaran high atau low. LED yang umum dipakai yaitu LED merah untuk menandakan output berlogika high (1) dan warna hijau untuk menandakan output berlogika low (0).

BAHAN
  1. 74LS138

Spefikasi :

- Designed specifically for high speed: Memory decoders Data transmission system
- DM74LS138 3-to-8-line decoders incorporates 3 enable inputs to simplify cascading and/or data reception 
- DM74LS139 contains two fully independent 2-to-4-line decoders/demultiplexers 
- Schottky clamped for high performance 
- Typical propagation delay (3 levels of logic) DM74LS138 21 ns DM74LS139 21 ns 
- Typical power dissipation DM74LS138 32 mW DM74LS139 34 mW


2. Gerbang Logika NAND (IC 7411)

Spesifikasi :
IC 7411 berisi tigas gerbang NAND dengan 3 input dari keluarga transistor.

        3. Gerbang Logika NOT (Inverter)
 
(a)                                                         (b)
Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT

tabel kebenaran logika NOT

Gerbang NOT merupakan gerbang dimana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya. Bila pada masukan diberikan tegangan, maka transistor akan jenuh dan keluaran akan bertegangan nol. Sedangkan bila pada masukan diberikan tegangan tertentu, maka transistor akan cut off sehingga keluaran akan bertegangan tidak nol. 

        4.  Logic state

Gerbang logika adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner yaitu 1 atau 0) dengan menggunakan teori matematika boolean sehingga dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.

 3. Dasar Teori[kembali]

        a.  74LS138 Encoder
Simbol 74LS138 Encoder di proteus :

Diagram Blok :

Rangkaian dalam :

Tabel kebenaran :

       b.  Logic State
dalam proteus :

status logika pengertian logis, benar atau salah dari sinyal biner yang diberikan. Sinyak biner adalah sinyal digital yang hanya memiliki 2 nilai valid. Dalam istilah fisik, pengertian logis dari sinyal biner ditentukan oleh level tegangan atau nilai arus sinyal, dan ini pada gilirannya ditentukan oleh teknologi perangkat. dalam rangkaian TTL, misalnya keadaan sebenarnya diwakili oleh logika 1, kira-kira sama dengan +5 volt pada garis sinyal; logika 0 kira-kira 0 volt. Tingkat tegangan antara 0 dan +5 volt dianggap tidak ditentukan

4. Prosedur Percobaan[kembali]

        a.  Prosedur Percobaan
1. Cari di library komponen yang diperlukan yaitu IC 74LS138, Logicstate dan Logic Probe
2. Lalu letakkan IC pada papan proteus
3. Logic state diletakkan pada sisi input IC sebanyak 6 buah. Lalu pada masing masingnya dihubungkan ke A,B,C,E1 E2,E3
4. Letakkan Logic probe pada sisi output IC sebanyak 8 buah dan hubungkan ke Y0,Y1,Y2,Y3,Y4,Y5,Y6 dan Y7
5. Lalu ubah logicstate berlogika 1 atau 0 untuk mengetahui output yang dihasilkan

        b.  Rangkaian 
Soal 7.6
(a) Diagram Blok

(b) Rangkaian dalam [kondisi 11]

(c) Tabel kebenaran

        c.  Prinsip Kerja
Pada IC 74LC138 Encoder, input A,B,C diberi logicstate berlogika 1 dan pada IC dengan input E1 E2,Ediberi logicstate berlogika 0.
pada output Y0 sampai Y6  berlogika 1 sedangkan Yberlogika 0. Hal ini sesuai dengan ketentuan tabel kebenaran yang ada
simulasi rangkaian [Diagram blok] klik disini
simulasi rangkaian [Rangkaian dalam] klik disini
Datasheet IC 74LC138 klik disini
Datasheet NAND klik disini
Datasheet NOT klik disini
Datasheet Logic state klik disini

Sabtu, 08 Juli 2023

 Laporan Akhir Modul 4 (Percobaan 2)




1. Jurnal
[Kembali]



2. Alat dan Bahan [Kembali]

  1. Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S 
  4.  Jumper
Gambar 1.1 Module D'Lorenzo

Gambar 1.2 Jumper
3. Rangkaian Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]
  Pada percobaan 2 ini kita membuat rangkaian decoder BCD dengan seven segment, disini kita menggunakan 7 switch dan kemudian IC 74LS47 dan terakhir seven segment, untuk prinsip kerjanya pertama IC 74LS47 memilki 7 input dimana input ABCD masing masing terhubung dengan B3,B4,B5,B6 secara berurutan. Kemudian input RBO ke B0, input RBI ke B1 dan terakhir LT ke B2.

    input RBI (Ripple Blanking Input) digunakan untuk mengontrol pemutusan hubungan antara output tujuh segment (7-Segment) dan decoder pada saat terjadi perubahan digit pada display. Ketika RBI diaktifkan (bernilai rendah), output akan diputus sehingga dapat menghindari penampilan digit yang tidak diinginkan saat terjadi perubahan angka pada display.

    Input RBO (Ripple Blanking Output) adalah sinyal keluaran yang mengindikasikan keberadaan output RBI dari IC74LS47. Sinyal ini berguna untuk mengkaskade (menghubungkan secara seri) beberapa IC74LS47 dalam rangkaian
    
    Input LT (Lamp Test) digunakan untuk menguji semua segment pada 7-segment display. Ketika input LT diaktifkan (bernilai rendah), semua segment akan dinyalakan sehingga memudahkan pengujian atau pemeriksaan apakah setiap segment pada display berfungsi dengan baik atau tidak.

    Kemudian untuk untuk 7 switch digunakan untuk memvariasikan output yang diinginkan berdasarkan jurnal praktikum

5. Video Simulasi [Kembali]





6. Analisa [Kembali]

1. Analisa pengaruh pin lt, rbo, rbi. 
jawab:

a. pin LT
    pin LT disini berfugsi untuk melihat apakah semua segmen berfungsi dengan baik, pada saat kita sedang menginput nilai biner ke dalam IC dan didapatkan outputnya 5 kemudian kita aktifkan pin LT (active low) seketika semua segment akan aktif dam menunjukan angka 8, dan jika kita matikan segemnt akan kembali menampilkan angka 5, LT disini tidak mempengaruhi nilai output dari input yang kita inginkan

b. pin RBO
    pin RBO disini berfungsi untuk memutus semua output dari IC ke seven segment, pada saat kita menginput nilai biner ke IC dan didapatkan angka 5 saat pin  RBO diaktifkan (active low) maka seketika seven segment akan mati dan tidak menampilkan angka apapun, dan bila dimatikan maka angka 5 akan ditunjukan kembali, RBO disini tidak akan mempengaruhi nilai output dari input yang kita masukan

c. pin RBI
    pin RBI disini berfungsi untuk menghubungan antara output tujuh segment (7-Segment) dan decoder tidak akan diputuskan. maka output dari decoder akan langsung terhubung ke display, tanpa adanya pengendalian dari RBI. jika dalam kondisi RBI dimatikan, perubahan digit pada display mungkin akan langsung terlihat tanpa adanya penundaan atau pemutusan sementara output. Ini dapat mengakibatkan kemungkinan munculnya glitch atau tampilan yang tidak diinginkan saat terjadi perubahan angka pada display. RBI disini tidak akan mengubah atau mempengaruhi output yang kita telah inputkan

2. Analisa pengaruh bcd decoder to seven segment pada rangkaian
jawab: 
    Seperti yang kita tahu BCD decoder to seven segment adalah komponen yang mengubah kode BCD (Binary Coded Decimal) menjadi sinyal, dan sinyal ini nantinya akan ditampilkan pada seven segment, jadi kedua disini saling terkait. tanpa sinyak BCD seven segment tidak akan aktif, dan tanpa seven segment akan susah bagi seseorang angka apa yang dihasilkan dari kombinasi biner baik dari terkecil sampai kompleks 

    BCD decoder menerjemahkan kode BCD yang diterima sebagai input menjadi sinyal, Setiap angka BCD (0-9) dihubungkan dengan kombinasi khusus dari sinyal output, kemudian seven segment  akan menrima sinyak dan memudahkan kita untuk mengetahui output dari kombinasi biner yang dimasukan 

7. Link Download [Kembali]
Download Datasheet Switch klik disini
Download Datasheet Seven Segment klik disini
Download Datasheet IC 74LS47 klik disini
Download HTML klik disini
Download video percobaan klik disini




 Laporan Akhir Modul 4 (Percobaan 1)




1. Jurnal
[Kembali]



2. Alat dan Bahan [Kembali]

  1. Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S 
  4.  Jumper
Gambar 1.1 Module D'Lorenzo

Gambar 1.2 Jumper
3. Rangkaian Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]
   Pada percobaan 1 ini adalah rangkaian Serial in-serial out, Serial in-paralel out, paralel in-serial out, paralel in-paralel out shift register dengan kapasitas 4 bit, dirangkaian ini menggunakan 4 buah J-K flip flop yang terhubung denga 7 buah switch, Pada Flip Flop 1, kaki S terhubung ke B6', kaki J terhubung ke Q flip flop kedua, kaki K terhubung ke Q' flip flop kedua, kaki C terhubung ke output gerbang AND, kaki R terhubung ke B0, dan kaki Q terhubung ke H7. Pada Flip Flop 2, kaki S terhubung ke B5', kaki J terhubung ke Q flip flop ketiga, kaki K terhubung ke Q' flip flop ketiga, kaki C terhubung ke output gerbang AND, kaki R terhubung ke B0, dan kaki Q terhubung ke H6. Pada Flip Flop 3, kaki S terhubung ke B4', kaki J terhubung ke Q flip flop keempat, kaki K terhubung ke Q' flip flop keempat, kaki C terhubung ke output gerbang AND, kaki R terhubung ke B0, dan kaki Q terhubung ke H5. Sedangkan untuk Flip Flop 4, kaki S terhubung ke B3', kaki J terhubung ke B1, kaki K terhubung ke B1', kaki C terhubung ke output gerbang AND, kaki R terhubung ke B0, dan kaki Q terhubung ke H4. Input dari kaki AND terhubung pada B2 dan clk.

    Jadi untuk switch B0 sampai B6 itu akan kita variasikan sesuai dengan kondisi yang ada pada jurnal sehingga dapat kita tentukan apakah kondisinya bersifat SISO, SIPO, PISO, atau PIPO. Pada percobaan kami mendapatkan hasil output pada setiap kondisi yang telah dijelaskan dalam jurnal. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi pertama dapat disebut sebagai SISO (Serial In, Serial Out), karena input dan output mengalami pergeseran satu per satu secara bergantian. Kondisi kedua dapat disebut sebagai SIPO (Serial In, Parallel Out), karena input masuk satu per satu secara bergantian, namun outputnya keluar secara serentak. Kondisi ketiga dapat disebut sebagai PISO (Parallel In, Serial Out), karena input masuk secara serentak, namun outputnya keluar satu per satu secara bergantian. Dan kondisi keempat dapat disebut sebagai PIPO (Parallel In, Parallel Out), karena input dan output masuk secara bersamaan dan keluar secara bersamaan pula.


5. Video Simulasi [Kembali]






6. Analisa [Kembali]

percobaan 1
1. Analisa Output yang dihasilkan tiap tiap kondisi
jawab:
a. kondisi B1= X, B0 & B2 = 1, B3-B6 = 0
    pada kondisi ini untuk melihat data yang B3 akan diaktifkan untuk sementara agar data bisa masuk lalu kemudian dimatikan, setelah dimatikan dapat dilihat pergeseran dari LED yang aktif, dimana data awalnya masuk satu per satu dan terbaca kemudian bergeser dan keluar satu persatu atau terkirim, maka dikatakan untuk kondisi ini bersifat SISO

b. kondisi B1= X, B0 = ↓ , B2 = , B3-B6 = 0
    pada kondisi ini kita akan masukan data dengan mengaktifkan B3, setelah data masuk sebanyak 4 bit kemudian B0 akan kita matikan agar datanya keluar dan terkirim, dimana pada kondisi ini data itu awalnya masuk satu per satu dan kemudian saat saat B0 dimatikan data akan keluar bersamaan, maka dikatakan kondisi ini bersifat SIPO

c. kondisi B1= 0, B0 & B2 = 1, B3-B6 = X
    pada kondisi ini kita akan memasukan data dengan mengaktifkan B3 & B5 lalu saat semua data sudah terbaca kita matikan kembali B3&B5 sehingga nanti data akan keluar dan terkirim, jadi dalam kondisi ini saat B3 dan B5 aktif data itu akan masuk secara bersamaan dilihat dari LED H4-H7 yang aktif keempat-empatnya, saat semua data sudah terbaca kemudian kita matikan B3 dan B5 sehingga data akan keluar satu persatu dan terkirim, kondisi ini  bersifat PISO

d. kondisi B0= 1, B1 & B2 = 0, B3-B6 = X
    pada kondisi ini  memasukan data dengan mengaktifkan B3 & B5 lalu saat semua data sudah terbaca kita akan matikan B0  sehingga data akan keluar dan terkirim, jadi saat B3 dan B5 diaktifkan data yang masuk itu serentak dan terbaca kemudian saat B0 dimatikan data akan keluar juga secara serentak dan terkirim, kondisi ini bersifat PIPO

2. Jika gerbang And pada rangkaian di hapus, sumber clock dihubungkan langsung ke Flip flop, bandingkan output yang didapatkan.
jawab: 
    Dengan menghilangkan gerbang AND dan menghubungkan langsung kaki clk ke clock, kita peroleh bahwa shift register akan selalu melakukan pergeseran data. Hal ini bermanfaat dalam mengontrol input secara seri dan paralel, sehingga memudahkan untuk menentukan jenis shift register yang paling sesuai dengan keinginan 

3. Bagaimana input jalur serial pada rangkaian? 
jawab:
    Ketika Flip flop pertama diaktifkan. Output dari Flip flop pertama akan menjadi input untuk Flip flop berikutnya, dan pola ini berlanjut secara berurutan sehingga terjadilah jalur serial dimana data bisa kita masukan satu per satu

7. Link Download [Kembali]

Download Datasheet Gerbang AND klik disini
Download Datasheet Gerbang NOT klik disini
Download Datasheet JK Flip Flop 74111 klik disini
Download Datasheet Switch klik disini
Download Datasheet Logicprobe  klik
Download HTML klik disini
Download video percobaan klik disini



Senin, 03 Juli 2023


 TUGAS PENDAHULUAN 2 MODUL 4




1. Kondisi
[Kembali]

Percobaan 2 Kondisi 6
Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 2 dengan menggunakan IC 7448 dan seven segment common anoda.

2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]




3. Video Simulasi [Kembali]



4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Percobaan 2 kondisi 6

Pada percobaan rangkaian ini, menggunakan 7 switch-spdt, Decoder IC 7448, dan seven segment dengan jenis common anoda. Jika SW1 hingga SW4 diberi masukan 1, seven segment menampilkan angka 8 tanpa LED menyala. Begitu pula jika SW1 hingga SW3 diberi masukan 1, dan SW4 diberi masukan 0, seven segment menampilkan angka 7 dengan LED mati. Output pada seven segment selalu tampil dalam kondisi mati karena karakteristik IC yang digunakan. 

5. Link Download [Kembali]
Download HMTL klik disini
Download Simulasi Rangkaian Klik disini
Download Video Simulasi Klik disini
Download Datasheet IC 7448klik disini
Download Datasheet Switchklik disini
Download Datasheet Seven Segmentklik disini



 MODUL 4

 "Shift Register"





1. Tujuan [Kembali]
  1. Merangkai dan Menguji Shift Register.
  2. Merangkai dan Menguji aplikasi Shift Register pada Seven Segment
2. Alat dan Bahan [Kembali]

1. Module D'Lorenzo
Gambar 1.1 Module D'Lorenzo
  •  Panel DL 2203C 
  •  Panel DL 2203D 
  •  Panel DL 2203S    
         

  • 3. Dasar Teori [Kembali]

    Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Tampilan pada layar kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara, dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. Ada empat tipe register yang dapat dirancang dengan kombinasi masukan dan keluaran dan kombinasi serial atau paralel 

    1. Serial in serial out (SISO)  
        Pada register SISO, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluaran juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya.
     
    Gambar 3.1 Serial In Serial Out

    2. Serial in paralel out (SIPO)  
        Register SIPO, mempunyai satu saluran masukan saluran keluaran sejumlah flip flop yang menyusunnya. Data masuk satu per satu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak (secara paralel). Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.


    Gambar 3.2 Serial In Paralel Out

    3. Paralel In Serial Out (PISO)  
    Register PISO, mempunyai jalur masukan sejumlah flip flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan di kendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu per satu (secara serial).

     
    Gambar 3.3 Paralel In Serial Out
    4. Paralel In Paralel Out (PIPO)  
    Register PIPO, mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip flop yang menyusunnya. Pada jenis ini data masuk dan keluar secara serentak.  


    Gambar 3.4 Paralel In Paralel Out

                                            
    5. Seven Segment
    Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks. Jenis 7segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1. Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9,  juga bentuk huruf A sampai F (heksadesimal).
    Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.

    Gambar 3.5 Rangkaian Seven Segment Common Katoda



     TUGAS PENDAHULUAN 1 MODUL 4




    1. Kondisi
    [Kembali]

    Percobaan 1 Kondisi 9
    Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 1 dengan output led biasa dan seven segment common katoda dalam satu rangkaian.

    2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]




    3. Video Simulasi [Kembali]





    4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

    Percobaan 1 kondisi 9

    Dalam rangkaian eksperimen ini, terdapat komponen yang digunakan seperti bagian input, kaki S dan R terhubung ke switch. Kaki J dan K digabungkan menjadi satu, yang dapat disebut sebagai D Flip Flop, kemdian ada LED, gerbang NOT, gerbang AND, IC 74LS47, dan seven segment,

    IC 74ls47 terdapat 4 inputan (A,B,C,D), PIN Bi/RBO yang berfungsi sebagai pemutus/mematikan seven segment , PIN RBI membuat seven segment menampilkan angka 1 dan LT (lamp test) berfungsi untuk mengecek apakah led pada seven segment berfungsi.

    rangkaian ini, digunakan prinsip shift register, di mana data masuk secara berurutan dari flip-flop pertama ke flip-flop berikutnya, Ketika input J-K, yaitu SW-6, diberikan masukan 1, LED akan menyala secara bergeser dimana awalnya 1 LED kemudian 2 dan seterusnya sampai LED menyala seluruhnya, untuk angka desimalnya yaitu 1, 3, 7, 8, kemudian apabila SW-6 diberikan nilai 0 maka yang terjadi adalah kebalikanya dimana dari semua LED aktif kemudian mati secara bergeser, hal ini disebabkan karena kita menggunakan seven-segment common katoda dengan menggunakan prinsip shift register

    5. Link Download [Kembali]
    Download HMTL
    Download Simulasi Rangkaian Klik disini
    Download Video Simulasi Klik disini
    Download Datasheet JK Flip Flop 74111klik disini
    Download Datasheet IC 74LS47klik disini
    Download Datasheet LEDklik disini
    Download Datasheet Resistorklik disini
    Download Datasheet Gerbang ANDklik disini
    Download Datasheet Gerbang NOTklik disini
    Download Datasheet Switchklik disini
    Download Datasheet Seven Segmentklik disini


    Entri yang Diunggulkan

    Laporan Akhir Project M4

    Laporan Akhir Demo Project [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Bahan 4. Dasar Teori 5. Percobaan   ...